Membangun Komunikasi Positif dengan Anak Sejak Dini

Pendidikan Usia Dini
Pendidikan Usia Dini

Setiap orangtua tentunya ingin mempunyai Ananda yang berkualitas, baik secara fisik, kecerdasan, maupun kematangan sosial emosinya. Oleh karenanya, orangtua penting membangun interaksi melalui komunikasi dengan Ananda. Hal mendasar yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi dengan Ananda adalah orangtua membangun komunikasi efektif yang mampu mendorong Ananda melakukan kemandirian, serta mampu mengarahkan dan mengontrol perilaku Ananda. Itu semua dapat dilakukan oleh orangtua sejak dini, yaitu sejak Ananda masih dalam kandungan. Berbagai penelitian dan para ahli yang menyatakan bahwa sejak usia kehamilan 18-20 minggu, system pendengaran janin sudah berkembang dan dapat mendengarkan suara dari luar perut ibunya. Ayah dan Ibu dapat mengajak sang janin berkomunikasi melalui berbagai ragam kata-kata yang positif, mendengarkan lagu, ataupun mendongeng.
Menginjak usia prasekolah, kemampuan Ananda pun berkembang, dan komunikasi merupakan kunci penting dalam membangun interaksi orangtua dengan Ananda. Komunikasi harus berjalan dengan baik agar terjalin hubungan yang baik. Thomas Lickona dalam bukunya “Raising Good Children; From Birth to The teenage Years” menyebutkan bahwa langkah awal dalam membangun komunikasi yang baik yaitu melalui percakapan antara orangtua dan Ananda. Percakapan itu dimulai dari membiasakan bertanya mengenai aktivitas Ananda di sekolah, ‘apa yang mereka rasakan hari ini, dan tetap semangat untuk menjawab segala pertanyaan yang muncul dari Ananda. Dengan begitu Ananda akan merasa Ayah dan Ibunya memahami dan mengenal dunia mereka. Ini adalah pintu masuk untuk bisa memberikan pengaruh kepada Ananda atas harapan-harapan yang dimiliki orangtua. Selanjutnya, Ayah dan Ibu juga bisa melibatkan diri dalam aktivitas yang dilakukan oleh anak. Temani Ananda ketika bermain dan ajaklah mengobrol tentang permainannya, libatkan diri dalam permainan yang Ananda lakukan, bacakan dongeng sebelum tidur, ajaklah Ananda menceritakan aktivitasnya pada saat makan malam, adalah hal-hal yang bisa dilakukan Ayah dan Ibu dalam membangun komunikasi yang positif dengan Ananda. Satu hal lagi, syarat utama untuk membangun komunikasi yang positif adalah mendengarkan. Sempatkanlah Ayah dan Ibu untuk punya bisa waktu mendengarkan cerita Ananda, jangan disela, biarkan mereka bercerita, berikan perhatian kepada ceritanya apakah melalui ekspresi wajah atau tatapan mata. Kalau Ananda sudah selesai berilah tanggapan yang mampu memberikan semangat kepada Ananda. Semua itu dapat dilakukan sebagai upaya membangun komunikasi yang positif antara orangtua dan anak. (Alfiasari, SP., M.Si., Staf Pengajar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Pengelola Labschool Pendidikan Karakter IPB-ISFA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *